I am Not a Harry Potter Reader


“Anak-anak gwe pada ke PH, beli tiket Harpot.” Kata Mba Amel yang menerangkan kemana tiga orang tim gadis-gadisnya tidak makan di kantin kantor siang itu.

Mungkin aku yang aneh atau bagaimana, tapi, menurutku, tidak penting untuk berburu sebegitunya untuk bisa nonton Harry Potter dan Transformer. jujur ya… dari awal kemunculan novelnya, aku ga bisa menikmati Harry Potter itu. Aku tau, aku bukan orang yang imajinatif.

Waktu pertama membaca novel Harry Potter, aku sampai bingung sendiri. Absurd sekali membayangkan ada soklah sihir hogwards, dengan penentuan kelas menggunakan topi. Belum lagi interior kelas dengan langit plong di atas. lalu mantra-mantra kata-kata aneh yang membuat sesuatu bergerak seperti yang diinginkan. Belum lagi ada permainan quiddict (bener ga ya nulisnya), yang bentuknya seperti hoki menggunakan sapu terbang.

Walaupun aku bukan penikmat karya Tante JK Rowlings, aku acungkan dua jempol untuk Beliau. Bisa berimajinasi secara integral. Ia pun bisa merangkai alur cerita, dari awal Harry Potter sampai Deathly Hollows 2.

Jadi buat teman-teman penikmat Harry Potter ataupun sejenisnya, just enjoy your time…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s